Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Kecelakaan Maut Di Bondo Jepara


Peristiwa, Kecelakaan maut terjadi di Bondo Jepara rabu 15 Februari, Maraknya berita terkini yang lagi hitz di sosial media sampai sampai tayang di layar TV anak sekolah yang membentak bapak kemarin "Cetnoooo". Disamping itu ada musibah yang terjadi di Jepara Bondo tepat hari pilkada pilbup, Kecelakaan menewaskan orang.

Bondo sebelah SD 1 jalan arah Bondo Bangri Atas nama Korban Imam Alamat, Kejadian jatuh sendiri sebelum kejadian salah satu teman bercanda menyenggol tangan si korban saat itu langsung terjadi reflek tangan memegang pegas motor memutar cepat, dan terjadi rem mendadak motor langsung Terjerumus, jatuh kepalanya terlebih dahulu luka dikepala saja yang di alami sang korban. Katanya"

Kejadian langsung ditangani oleh Kapolsek setempat sambil menunggu keluarga yang belum datang waktu di tempat kejadian, Ujarnya"

Sempat di bawa Puskemas terdekat tapi tetap saja nyawa tetap tak tertolong"

Minggu, 12 Februari 2017

Agus Dari Jepara datang ke Jakarta berjalan kaki


Jepara Update, Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, Pria Ini Akhirnya Bertemu Idolanya di Kantor BNN, Agus Suwarno tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat bertemu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Bukan perjalanan mudah bagi Agus untuk bertemu mantan Kabareskrim Mabes Polri tersebut.
Agus hanya berjalan kaki dari rumahnya di Desa Dukuh Randu Sari, Jepara, Jawa Tengah, untuk sampai ke Jakarta. Hal itu ia lakukan untuk mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia, dan menyosialisasikan bahaya narkoba di masyararakat.

"Ini saya lakukan demi mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia, dan kalau bisa di ASEAN," ujar pria berumur 69 tahun tersebut, setibanya di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Mengenakan topi caping dan baju seadanya, serta membawa spanduk yang dikalungkan di badannya, Agus mengaku perjalanannya ke Jakarta, tak mudah.

Perjalanan selama 18 hari yang dia lakukan sejak 23 Januari 2017 lalu itu, bukan tanpa halangan.
Beberapa orang yang melihat menyuruhnya untuk balik ke Jepara, atau memberi tumpangan.
Bahkan, Agus justru ditawari Rp 10 juta saat sampai di Brebes, oleh seseorang yang seketika turun dari mobil berpelat Jakarta, dan memintanya segera kembali dan tidak melanjutkan perjalanan.

"Saya katakan, saya tidak mau. Saya tetap akan ke Jakarta bertemu Pak Buwas dan mau mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia," kata pria yang juga pernah berkampanye anti-narkoba di pertengahan tahun 2000 lalu di Surabaya, juga dengan berjalan kaki.

Keinginannya bertemu Budi Waseso akhirnya terkabul. Agus langsung menyalami idolanya tersebut di kantor yang berada di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu.

"Terima kasih, alhamdulillah sudah dipertemukan dengan Pak Buwas. Anda idola saya," ucap Agus.
Mendengar hal itu, Budi Waseso juga mengatakan bahwa Agus Suwarno merupakan idolanya, karena berhasil sampai ke Jakarta untuk mengampanyekan anti-narkoba.

Pertemuan dengan Budi Waseso dimanfaatkan Agus untuk meminta sesuatu dari BNN, yaitu Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Jepara.

Kata Agus, saat ini penanganan narkotika di Jepara dilakukan di Kantor Polres atau Polsek serta kantor pemerintahan yang ada, belum ada bangunan kantor resmi untuk BNNK.

Hal itu dirasa sangat dibutuhkan di Jepara, mengingat peredaran narkoba sudah cukup mengkhawatirkan, dan dua bandar besar narkoba pernah ditangkap di sana.

"Jujur, peredaran narkotika saat ini sangat mengkhawatirkan, saya tidak mau terjadi kepada anak saya dan cucu saya nanti," tuturnya.

Budi Waseso yang mendengar keluhan itu, berjanji segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Dan semua yang diutarakan oleh Agus, akan menjadi masukan yang baik bagi dirinya dan juga BNN.

"Dan semoga ini akan menjadi penyemangat anak-anak muda agar menghindari narkoba dan tidak pernah menyentuh barang tersebut," harap Buwas.

Agus yang datang ke Jakarta berjalan kaki, diberi bingkisan oleh BNN, dan berharap bisa terus melanjutkan niat baiknya itu. (Sumber: Warta Kota)

Rabu, 08 Februari 2017

Banjir Melanda Desa Gendangan Welahan Jepara


Desa Welahan, Warga RT 3 RW 1 dan RT 1 RW 2 di Desa Gedangan Kecamatan Welahan Rabu (8/2) Ratusan rumah dilanda banjir. Ketinggian banjir mencapai 60 cm atau selutut orang dewasa.

Banjir diakibatkan debit air Sungai Serang yang tinggi sehingga pembuangan air melalui sungai di pintu air Boro Jamban meluap dan membanjiri pemukiman sekitar,” ucapnya

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayetno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo. Menurutnya, banjir sudah terjadi sejak Senin (6/2) pukul 24:00 wib. Selain debit air di Sungai Serang yang tinggi, banjir diakibatkan karena pintu air Boro Jamban yang rusak dan sudah lama tak ditangani.

Lebih lanjut Pujo menerangkan, sebenarnya sungai dan pintu air Boro Jamban harus ada normalisasi karena sampah sudah menumpuk banyak. Diduga sampah tersebut karena masyarakat sekitar khususnya para pedagang di pasar setempat membuang sampah di sungai tersebut.

Jadi perlu adanya kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
Para Pekerja Djarum terpaksa dipulangkan lebih awal saat banjir datang melanda desa welahan " ujarnya.

Untuk langkah yang dilakukan oleh pihak BPBD beserta tim SAR dan relawan saat ini melakukan pendataan kepada warga yang terdampak banjir serta terus melakukan pemantauan.

Sampai sekarang belum ada warga yang mengungsi dan belum ada kerusakan serta tidak ada korban jiwa. Data sementara Di RT 3 RW 1 ada 45 rumah yang terkena banjir sementara di RT 1 RW 2 ada 80 rumah yang terkena banjir, Urainya .

Pujo menambahkan, hingga berita ini diturunkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dengan pihak desa dan relawan lainnya. Jika ada banjir susulan pihaknya akan mengambil langkah cepat.

Untuk menangani banjir ini yang lebih diutamakan adalah keselamatan pendukduk, semoga air segera bisa cepat surut,” Ujarnya.

Senin, 06 Februari 2017

Pembongkaran Mayat yang di Kira Masih Hidup Mloggo Jepara


Peristiwa, Pembongkaran mayat yang di anggap oleh ibunya masih hidup mlonggo Jepara Ngelak 6 Februari. Posted by dengkol mlocot on Sunday, February 5, 2017

Awal cerita , anaknya tidak bernafas di tunggu 24 jam , di rumah ..akhirnya ananknya di anggap meninggal dunia tidak menderita sakit apapun , di duga tidak menderita sakit  apa2, anak laki laki, lalu dimakamkan dengan seperti pada umumnya.

Seorang bocah laki laki  itu setiap malam itu mendatangi mimpi ibunya setiap hari hingga 100 hari setelah meninggal dunia.

Ibunya mimpi kalu anaknya baru bertapa di suatu tempat, dan di mimpi itu ia mengatakan saya tidak mati, yang meninggal dunia itu bukan saya , tapi jasatnya saja.

Tepat tanggal 6 februari itu 100 hari meninggalnya anaknya , dan isunya besok akan di bongkar makam bocah laki2 anaknya itu.

Minggu, 29 Januari 2017

Puting Beliung Terjang 6 Rumah Warga Desa Mantingan Jepara


Jepara Update, Puting Beliung Menerjang, Enam Rumah Warga di Desa Mantingan Rusak Angin puting beliung kembali menerjang pemukimanpenduduk. Rabu (27/2) malam, enam rumah warga diwilayah Desa Mantingan Kecamatan Tahuhan diterjang angin kencang tersebut. Akibatnya, duarumah mengalami rusak berat dan empat diantaranya rusak ringan . Kepala BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno didampingi Staff BPBD Jepara Syaiful Azis mengungkapkan, angin puting beliung di wilayah Desa Mantingan terjadi pada Rabu (27/2) malam. 

Dua rumah yang mengalami rusak berat yaitu milik Ilham (47) dan Harmuji (43) yang berada di lokasi RT 03 RW 01. Sedangkan empat rumah yang mengalami rusak ringan yaitu milik Tugiyo (40), Ali mashadi (34) yang berada di wilayah RT 13 RW 01. Dan Ali Imron (45) dan Saidun (40) yang berada di wilayah RT 03 RW01. Dalam kejadian itu, salah satu pemilik rumah Ilham sempat kejatuhan esbes di rumahnya. Saat hujan terus deras, ia berada di dalam rumah. Tiba tiba saja suara gemuruh menghemaskan atap bdapurnya.

Beberapa pecahan esbes ambrol kedalam rumah, dan mengenainya. Hinga akhirnya ia dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. “Luka korban sempat mendapat jahitan dari dokter, namun hingga kini kindisisnya sudah membaik” ujarnya. Hal yang sama juga terjadi di rumah Harmuji, yang
mengalami rusak beraat. Namun saat itu, ia bersama anggota keluarga lainnya dapat menyelamatkan diri.

Seluruh atap rumah ambrol disapu angin putting beliung. “Angin tersebut juga sempat menyapu empat rumah lainnya, namun tidak sampai rusak parah” paparnya. Angin puting beliung tersebut juga
menerjang beberapa tanaman warga. Pohon jati milik Tugiyo juga roboh disapu angin, namun beruntung tidak mengenai rumahnya.

Sementara itu, BPBD Jepara tengah melakukan identifiasi kerusakan tersebut. Dalam pemberian bantuan, akan dikedepankan aspek proporsional. Tergantung tingkat kerusakan dan kondisis ekonomi korban. “Untuk bantuan tidak disamaratakan seperti dulu, namun akan dilihat aspek proporsional dan juga tingkat ekonomi warga ujarnya

Pemancing di Pantai Bandengan di Temukan Tewas


Peristiwa, Markum, 55, warga RT 6/ RW 2, Desa Bandengan ditemukan tewas saat sedang memancing di perairan pantai bandengan (27/1/17).

Korban sebelumnya memancing ikan di kawasan Pulau Panjang bersama temannya, Darwanto, 41, Warga RT 17/ RW 5 dan Jasmani, 40, warga RT 4/RW 1, Desa Bandengan kamis pagi (26/1/17). Sekitar pukul 10.00 korban nekat pulang sendirian mengunakan perahu getek kecil. Sementara kedua temanya menolak ikut pulang karena mendung angin kencang cuaca buruk.

Sorenya Sekitar pukul 16.00 kedua teman korban pulang .setelah sampai rumah ternyata korban yg pamitan pulang sejak pagi belum juga tiba dirumah.

Korban akhirnya di cari oleh tim SAR gabungan dan hanya temukan dek dan Dayung perahu milik korban di belakang Hotel D'Season bandengan . Korban akhirnya di temukan jumat pagi sekitar pukul 10.00 oleh seorang nelayan di perairan pantai Bandengan dengan posisi tersangkut karang dalam keadaan meninggal dunia.

Kamis, 26 Januari 2017

Anak Sekolah Dasar Salah Sebut Nama Ikan Tongkol


Peristiwa, Ada yang menarik ketika Presiden Joko Widodo mengajak dua murid SMP dan seorang murid SD naik ke atas panggung pada saat pembukaan gelaran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini. Seorang murid SD bernama Ari kemudian diajak berdialog oleh Jokowi dan diminta menyebutkan nama-nama ikan.

"Di laut ini kan banyak ikan, sebutkan empat saja nama ikan." kata Jokowi memberikan kuis.
"Ikan rere," jawab Ari disambut tawa seisi ruangan. Jokowi membenarkan yang dimaksud Ari adalah ikan lele.

"Ikan pa-us (paus -red)," ungkap Ari dengan pelafalan yang membuat seisi ruangan tertawa.
"Ikan teri," ucap Ari.

Jokowi kemudian meminta Ari menyebutkan nama satu ikan lagi. Ari terdiam beberap saat, sebelum menjawab ikan "kontol".

Jawabannya kontan membuat yang hadir tertawa termasuk Jokowi. Namun Jokowi dengan sabar membenarkan pelafalan jenis ikan yang satu ini.

"Ikan kontol," papar Ari.
"Ikan tongkol," kata Jokowi dengan sabar membenarkan.
Saat kembali mengulang jenis-jenis ikan yang sudah dilafalkannya, Ari kembali kesulitan menyebutkan jenis ikan tersebut. Namun, suami Iriana Joko Widodo itu dengan sabar kembali membenarkannya, dan menyuruh Ari mengambil hadiah.

"Keempat, ikan tongkol. Udah, diambil sepedanya,"imbuh Jokowi.

Peristiwa itupun kini telah beredar viral di media sosial, selain di YouTube dengan judul "Hanya Buat Canda Tawa hahaha", 

Masyarakat Kecewa Hasil Monumen 3 Tokoh Jepara yang habis 2,5 M


Jepara, Monumen tiga tokoh perempuan Jepara yang berada di bundaran Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, kini sudah bisa dilihat dan dinikmati masyarakat. Tiga tokoh perempuan Jepara yaitu dari Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA Kartini tampak menjadi ikon patung tersebut.

Tugu monumen tiga tokoh perempuan Jepara tersebut diresmikan pada 22 Desember 2016 lalu. Namun, belum genap sebulan usai diresmikan, kini kontruksi monumen patung tersebut sudah terlihat retak. Keretakan tersebut terdapat di empat titik, yakni di bagian utara, selatan, barat dan timur.

Monumen yang dibangun dengan biaya Rp 2,5 miliar tersebut dipadati pengunjung pada waktu tertentu. Paling banyak malam hari, mulai sehabis maghrib hingga larut malam. Anemo masyarakat juga dimanjakan dengan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut. Tiga patung yang menelan anggaran Rp 2,5 miliar itu juga ramai pada sore hari.

Sedangkan untuk tiap retakannya diperkirakan panjangnya sekitar 5 hingga 10 meter. Sedangkan untuk lebar retakan tersebut 1 hingga 2 sentimeter. Belum diketahui secara pasti penyebabnya apa. Apakah dari kontruksi bangunan atau dari seringnya dipanjat oleh warga.

Pelaksana tugas bupati Jepara Ihwan Sudrajat pada Kamis (5/1/2017) langsung meninjau ke lokasi bersama dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Cipta Karya, Kabid Cipta Karya, dan bagian Pemerintahan Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara bagian penanggung jawab proyek.

Plt Bupati Ihwan Sudrajat mengatakan, bangunan monumen tiga tokoh pahlawan perempuan Jepara tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi dan kontruksi bangunan. Menurutnya kerusakan tidak begitu parah, hanya dibagian lempenganya saja yang retak.
Kalau dilihat dari jauh kelihatan megah tapi ketika mendekati banyak yang Retak Grompal. Ungkap Masyarakat

” Proyek pembangunan monumen ini ditangani PT Maha KaryaUtama Abadi Bandung. Dan saat ini masih masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab dari kontraktor. Saya menyarankan, agar perbaikan maksimal sebaiknya lempengan nya dibuka lalu diperbaiki,” katanya.

Lebih lanjut Ihwan mengatakan, retakan bangunan terjadi diduga karena tanah di bagian bawah ambles. Salah satunya mungkin karena sering dipanjat sehingga mengenai bagian bawah.

” Kontruksi itu memang tidak untuk dipanjat, retaknya bangunan itu diduga adanya gaya gravitasi beban bergerak kebawah yang kuat sehingga menyebabkan tanah ambles dan lempengan retak,” terangnya.

Rabu, 25 Januari 2017

4 Karaoke di Jepara Besok Bakal Disidangkan


News, Beberapa bulan lalu penertiban dan penindakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terhadap tempat karaoke di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, dengan cara membongkar bangungan tempat karaoke sekitar dua tahun lalu, ternyata, tak membuat sebagian pengusaha jera.

Pengusaha Karaoke Pungkruk (Papepung) Desa Mororjo, Kecamatan Mlonggo menilai razia penutupan tempat karaoke pada Jumat (10/4) dinilai diskriminatif. Pasalnya, hanya sejumlah tempat karaoke yang disambangi aparat gabungan. Padahal, Pemkab menandaskan akan melakukan razia semua tempat karaoke.

Wakil Ketua Papepung, Mulud menyatakan, dalam razia tersebut, aparat keamanan yang dipimpin Satpol PP tak serius dengan kebijakan tersebut. Sebab, tempat karaoke yang dirazia hanya beberapa lokasi. Tempat karaoke di Pungkruk selalu menjadi sasaran utama. Padahal tempat karaoke yang di pelosok Jepara justru yang berbahaya.

”Kalau di Pungkruk jelas terorganisir. Kami juga sudah sepakat akan taat saat penutupan. Tapi bagaimana dengan tempat karaoke lain. Justru itu yang penting untuk menunjukkan keseriusan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Pada razia yang dilakukan Satpol PP Jepara Rabu (18/1/2017), ternyata masih ditemukan ada empat tempat di kawasan Pungkruk yang masih membuka usaha karaoke. Setidaknya, untuk setiap tempatnya ada sekitar 10 pemandu karaoke (PK) yang bekerja.

Terkait hal itu, Satpol PP mengambil tindakan tegas, dengan melimpahkan kasus tersebut ke meja hijau. Karena, mereka dinilai telah melanggar Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Pariwisata.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Jepara Sutarno mengatakan, pihak Satpol PP melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Jepara, dan Kamis (26/1/2017) besok bakal disidangkan.

“Ada empat pengusaha karaoke yang akan disidang besok, yakni Arifin, Mantan Kepala Desa Mororejo, kemudian Mulud, Solkan dan Marwan. Keempatnya sebenarnya sudah kita berikan arahan,” ujarnya, Rabu (25/1/2017).

Dalam hal ini, keempat pengusaha tersebut terancam sanksi kurungan maksimal 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta. “Selain pengusaha, kami juga sudah memberikan peringatan kepada 8 PK yang masih mangkal di tempat karaoke di Pungkruk. Jika ke depan mereka terkena razia lagi, maka kami juga akan ambil tindakan tegas,” katanya.

Dia menambahkan, untuk 8 PK tersebut dua di antaranya dari Pati, dan enam lainnya dari Jepara. Rata-rata mereka berusia 26 hingga 30 tahun, dan statusnya mayoritas adalah janda.


Minggu, 22 Januari 2017

Pemerkosaan Bocah 4 Tahun dan di Kubur Hidup-hidup

Peristiwa Sadis. Seorang bocah berusia empat tahun bernama KE di Kota Sorong Papua Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Kejadian tragis ini terungkap pada Selasa, 10 Januari 2017, saat ditemukannya jasad bocah perempuan yang terkubur di dalam aliran sungai berisi lumpur di Kompleks Kokodo, Kota Sorong, Papua Barat.

Dari pemeriksaan itulah kemudian terungkap jika bocah perempuan malang itu diduga sebelum dibunuh menjadi korban pemerkosaan. "Ada luka sobek di bagian kemaluan korban," ujar Kapolres Sorong Kota AKBP Edfrie R Maith, Kamis, 12 Januari 2017.

Sejauh ini, dari pengembangan, kepolisian telah mengamankan tiga pemuda yang diduga menjadi pelaku pembunuhan sekaligus pemerkosaan. "Tiga sudah kami tangkap yang diduga sebagai pelaku. Mereka masih diperiksa," kata Edfrie.
Terungkapnya kejadian pemerkosaan dan pembunuhan terhadap bocah berusia empat tahun itu sempat menimbulkan amuk massa. Sehari usai ditemukan, tepatnya pada Rabu, 12 Januari 2017, keluarga korban sempat mengamuk dan membakar tiga rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

Karena itu, pengamanan pun ditingkatkan. Upaya mediasi antara keluarga pelaku dan korban, menurut Edfrie, pun coba dilakukan oleh kepolisian. "Ini untuk menghindari ekses-ekses lanjutan," katanya.

Meski begitu, Edfrie memastikan bahwa proses hukum terhadap ketiga pelaku akan terus berjalan seiring dengan mulai kondusifnya Kota Sorong. "Langkah hukum terhadap pelaku sedang berjalan," ujar Edfire. (ase)

Pemilik akun facebook Mahdalena menjadi perhatian netizen. Postingan berikut tiga foto yang dibagikannya di dunia maya menjadi viral, dan disebarluarkan oleh puluhan ribu pengguna jejaring sosial di facebook.

Dalam postingannya 23 jam yang lalu, Mahdalena yang menggunakan foto profil berhijab itu menuliskan kalimat, yang membuat hati teriris.

Di foto tersebut terlihat seorang lelaki mengangkat tubuh seorang bocah dari dalam lumpur. Terlihat ekspresi kesedihan di wajah-wajah itu.
Komentar netizen pun beragam menyikapi peristiwa tragis itu. Betapa tidak, dijelaskan bocah itu berusia empat tahun, yang dikubur hidup-hidup di dalam lumpur, setelah diperkosa oleh tiga orang dewasa.

"Ya allah berih la ketabahan pada keluarga nya dan semoga pelakunya tertangkap.amin ya allah," tulis Galuh Alditra di kolom komentar. Sedikitnya lebih dari 4000 netizen memberikan komentar.
Postingan ini pun sudah dibagikan lebih dari 20 ribu kali.

Berikut tulisan Mahdalena yang menjelaskan foto-foto yang ia unggah. "Jadi catatan lingkungan kita,hmmm Seorang Bocah 4 tahun di perkosa 3 lelaki dewasa, kemudian di kubur hidup2 di dalam lumpur ini, siapa yang tidak sesak melihat peristiwa ini pelakunya adalah tetangganya sendiri.

Kadang sekitar kita adalah musuh kita, berhati- hatilah dan responlah terhadap lingkungan kita. ( sumber : Anita PB Papua) kejadian 10 Januari 2017," tulisnya

Kisah Pilu Manusia Kayu Bernama Sulami Dari Sragen


Sungguh malah nasib seorang wanita yang berada di kabupaten sragen jawa tengah.

Peristiwa, Sebuah video dengan judul “Manusia Kayu Sragen, yang Sudah Merasa Kaya Silahkan Sumbang dan Datang Sendiri”, viral di situs berbagi video, youTube. Video yang diunggah BMI Channel enam hari lalu itu, menampilkan dua wanita berjilbab yang gerakannya seperti robot. Mereka disebut “manusia kayu” karena hampir seluruh badannya berubah jadi kaku layaknya kayu.

Dilansir dari laman Solopos online, diketahui wanita itu bernama Sulami (35) dan saudari kembarnya, Paniyem . Namun Paniyem, sudah lebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa tiga tahun lalu.

Sulami mengatakan sudah kaku sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, sekitar 20 tahun lalu. Awalnya, tangan kanannya yang kaku kemudian menyusul anggota badan yang lain. Sempat ke Rumah Sakit, namun tidak ada hasil. 

Sulami tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah yang dibangun melalui program TMMD sekitar 10 tahun silam di Dusun Selorejo, RT 31, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen. Untuk bangun dari tidur, dia harus dibantu neneknya, Suginem (90).

Meski memiliki tubuh kaku, jari-jemari Sulami masih bisa digerakan. Sulami yang lebih sering menghabiskan waktu di tempat tidur menghilangkan jenuh dengan berkreasi menciptakan beragam kerajinan dari bahan manik-manik atau mote, flanel, puring, dan lain sebagainya. Sulami, "manusia kayu"  dari Sragen , Jawa Tengah ini juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca Al Quran dan berdzikir.


Nama Sulami baru-baru ini menjadi perbicangan hangat di Masyarakat. Nasib malang yang menimpa Wanita berusia 35 tahun asal Desa Mojokerto Kedawung, Sragen, Jawa Tengah. Sulami sudah berpuluh-puluh tahun terbujur kaku di atas kasur. Karena penyakit langka yang dideritanya, ia bahkan mendapat julukan sebagai "Manusia Kayu".

Sulami sendiri menderita penyakit Ankylosing Spondylitis, yaitu penyakit peradangan kronis genetik yang menyebabkan ruas tulang belakangnya melekat menjadi satu dan membuat tubuhnya menjadi sangat kaku. Penyakit ini sudah dialaminya sejak masih kecil, hingga pada usia 10 tahun, seluruh tubuh Sulami kaku tak dapat digerakkan.

Hingga saat ini, hanya organ di atas leher dan jari-jari tangan saja yang masih dapat digerakkan. Meski demikian, Sulami tak putus asa dan terus berusaha untuk bergerak. Dengan dibantu sang nenek, saudara dan tetangganya, Sulami bisa berdiri dan berjalan dengan menggunakan sebuah tongkat.

Kondisi serupa juga pernah dialami oleh saudari kembar Sulami, Paniyem. Sayangnya, Paniyem sudah meninggal dunia, empat tahun yang lalu. Pihak keluarga sempat membawanya berobat, namun karena keterbatasan biaya, Sulami tak bisa melanjutkan proses pengobatannya. Kisah pilu Sulami pun menuai simpati dari netizen dunia.

"Ibuku juga menderita Ankylosing Spondylitis, tapi kami adalah orang Barat jadi dia bisa sembuh. Tapi lihatlah wanita Indonesia ini, ia menderita karena tak ada biaya pengobatan.

" tulis seorang netizen dari Daily Mail. 

"Kasihan sekali, aku saja selalu mengeluh saat punggungku sakit," tulis yang lain. 

"Seseorang, tolong bantulah dia," tulis yang lainnya lagi.

Up